• Beranda
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Visi Misi dan Tujuan
    • Struktur Organisasi
    • Rencana Strategis
    • Peta Lokasi
  • Pusat Dokumen
    • Renstra LPPM
    • Reviewer Internal UMP
    • Roadmap Penelitian
    • Standar Operasional Prosedur (SOP) Penelitian
    • Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengabdian
  • Penelitian
    • Penelitian Eksternal
    • Penelitian Internal
    • Penelitian Mandiri
    • Data Penelitian
  • Pengabdian Masyarakat
    • Pengabdian Eksternal
    • Pengabdian Internal
    • Pengabdian Mandiri
  • Inkubasi & Hilirisasi
  • Publikasi Ilmiah
    • Jurnal SIANTEK
    • Jurnal Seminar
  • Penerbitan
  • KKN
    • Registrasi KKN
    • Website KKN
  • Informasi
    • Berita
    • Pengumuman

TIM ANESTESI UMP DUKUNG PENINGKATAN KESEHATAN MELALUI PROGRAM PEMBERDAYAAN KEMITRAAN MASYARAKAT (PKM) PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT KOMPETITIF NASIONAL BATCH III TAHUN 2025

Posted on 16 Desember 2025
B3

Banyumas, 11 November 2025-Tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Program Studi Keperawatan Anestesiologi D4 Universitas Muhammadiyah Purwokero 2025. Mengadakan kegiatan Sosialisasi dan Persiapan Lahan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Pengabdian Kepada Masyarakat Kompetitif Nasional Batch III Tahun 2025. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula lantai 2 Kantor Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

B1 300x225

Ketua Tim PKM, Ns. Rully Annisa, S.Kep., M.Kep menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah sinergi guna meningkatkan kesehatan yang unggul melalui pemberdayaan masyarakat berupa pemanfaatan tanaman obat keluarga yang ada disekitar rumah sebagai alternatif pengobatan bagi penderita diabetes dan hipertensi di Desa Rawalo.

B2 300x225

“Kami berharap dengan adanya program ini nantinya akan menciptakan warga yang sehat, dan menginisiasi warga Desa Rawalo agar lebih aktif dalam program kesehatan desa”. Ujar Bu Rully.

Kegiatan PKM yang didanai melalui skema kompetitif nasional ini dilaksanakan di Desa Rawalo, melibatkan partisipasi aktif dari kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Program ini dirancang khusus untuk memberikan edukasi mendalam serta keterampilan praktis terkait manajemen kesehatan preventif dan respons cepat terhadap kondisi darurat di komunitas.

B3 300x168

Ketua Tim Pengabdian Anestesi UMP, Ns. Rully Annisa, S.Kep., M.Kep., menjelaskan bahwa fokus utama program ini adalah memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri dalam menjaga kesehatan dan mengenali tanda-tanda vital secara dini.

B4 300x173

Di tengah tantangan biaya kesehatan yang terus meningkat dan prevalensi penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes, sebuah inisiatif berbasis komunitas menawarkan solusi kesehatan yang menjanjikan: pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Program pengembangan kesehatan tradisional ini tidak hanya melestarikan kearifan lokal, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk mengelola kesehatan secara mandiri dengan opsi yang aman, efektif, dan terjangkau.

Program yang diinisiasi oleh kelompok peneliti/kesehatan setempat ini berfokus pada “PEMANTAU,” sebuah akronim untuk Pengobatan yang Aman, Efektif, dan Terjangkau. Latar belakang program ini didasari oleh fakta bahwa banyak masyarakat, terutama di daerah pedesaan, kesulitan mengakses atau membiayai pengobatan jangka panjang untuk penyakit tidak menular.

Intervensi Edukasi dan Praktik Langsung

Program ini melibatkan serangkaian kegiatan, mulai dari penyuluhan intensif mengenai manfaat spesifik tanaman obat, cara budidaya yang benar di pekarangan rumah, hingga metode pengolahan ramuan yang higienis dan aman. (22 November 2025)

B5 300x173

Peserta program, yang sebagian besar adalah penderita hipertensi dan diabetes, diajarkan cara memantau tekanan darah dan kadar gula darah mereka secara berkala sambil mengonsumsi ramuan herbal sebagai terapi pendamping (komplementer).

B6 300x173

B7 300x173

B8 300x173

“Kami melihat antusiasme yang tinggi dari warga. Mereka tidak hanya belajar menanam, tetapi juga merasakan manfaat langsungnya. Pengukuran awal dan akhir program menunjukkan adanya perbaikan signifikan dalam kontrol tekanan darah dan gula darah pada peserta yang rutin mengonsumsi ramuan TOGA,” (Ketua Tim: Ns. Rully Annisa, S.Kep., M.Kep)

B9 300x168

Budidaya melalui media Hidroponik (29 November 2025)

B10 300x168

B11 300x168

B12 300x168

B13 300x168

WhatsApp Image 2025 12 15 At 21.25.41 212x300

Hasil Menjanjikan dan Kesimpulan Positif

Studi pendamping yang dilakukan dalam program ini menyimpulkan bahwa intervensi non-farmakologis melalui TOGA efektif sebagai bagian dari manajemen kesehatan terintegrasi. Selain perbaikan parameter kesehatan, program ini juga berhasil meningkatkan kemandirian masyarakat dalam merawat diri dan mengurangi pengeluaran biaya pengobatan rutin.

Inisiatif ini membuktikan bahwa pendekatan kesehatan tradisional yang terstruktur dan teredukasi dapat menjadi alternatif yang kuat dalam sistem kesehatan masyarakat, sejalan dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengintegrasikan pengobatan tradisional yang terbukti aman dan efektif ke dalam layanan kesehatan primer.

Keberhasilan program “PEMANTAU” ini diharapkan dapat menjadi model percontohan yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia, membuka jalan bagi solusi kesehatan yang lebih merata dan berkelanjutan berbasis potensi lokal.

Post Views: 194
Pos Sebelumnya
Surat Pemberitahuan Publikasi Ilmiah dan Pengelolaan Jurnal atau Konferensi
Pos Berikutnya
Perkuat Kesiapan Dosen Hadapi Hibah 2026, LPPM UMP Gelar Workshop Penelitian dan Pengabdian Masyarakat DPPM Kemdiktisaintek
[email protected]
Telp : (0281) 636751 Ext. 573 / 232
Fax : (0281) 637239
WhatsApp: Soon
Jl. KH. Ahmad Dahlan Gedung J UMP , Dusun III, Dukuhwaluh, Kec. Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53182

Quick Link

Portal UMP Penerimaan Mahasiswa Baru Sistem Informasi Akademik SIM KKN SMARTPRINTS BIMA Kemdikbud SINTA Kemdikbud

Media Sosial

Instagram
TikTok
YouTube
© 2025 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat – Universitas Muhammadiyah Purwokerto