Workshop inkubasi bisnis yang diselenggarakan oleh LPPM Kamis 9 Maret 2023 bertempat di Aula F. Teknik UMP. Workshop ini diisi oleh Prof. Dr Totok Agung dari Unsud. Peserta workshop berasal dari dosen-dosen terpilih Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang hasil penelitiannya berpotensi untuk dikomersialkan. Workshop dimulai pukul 13.00 dan dibuka oleh Ketua LPPM Prof.Dr.Suwarno,M.Si.
Prof. Dr. Suwarno, M. SI dalam laporannya menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dosen UMP sebagai peneliti agar bisa menuju inkubasi bisnis. Diharapkan dengan cara ini akan banyak hasil penelitian yang bisa dikomersialisasikan. Dengan kondisi klaster UMP di DIKTI yang sekarang ada di klaster utama diharapkan para dosen akan terpacu mengajukan proposal yang bisa diarahkan ke inkubasi hasil riset. Diharapkan pula para peserta workshop bisa mendapatkan skim penelitian terapan dan pengembangan lebih banyak lagi.
Wakil Rektor bidang IV Assoc. Prof. Dr. Anwar Maruf dalam sambutannya menyampaikan bahwa pimpinan terdahulu sudah mencanangkan UMP sebagai Research University pada tahun 2023. Olehkarena itu diharapkan dosen UMP bisa bersaing memperoleh pendanaan penelitian dari luar universitas dan tidak mengandalkan pendanaan dari dalam. Diharapkan hasil penelitian bukan berakhir pada laporan hasil penelitian saja, tetapi juga dapat dikomersialisasikan dalam inkubasi bisnis. Contoh yang dapat diambil misalnya di pendanaan kedaireka atau matching fund yang dana penelitiannya sangat besar. Sasaran kedua diharapkan agar para dosen mulai berpikir penelitian kolaborasi bukan hanya lintas prodi, tetapi juga lintas fakultas bahkan lintas universitas.

Workshop ini terselenggara berkat koordinasi kabid Riset dan Inovasi Dr. Juanita,ST,MT yang juga dosen Fakultas Teknik sekaligus yang mendampingi pengisi materi Prof. Dr. Totok Agung. Totok Agung yang dosen UNSUD dalam paparannya menyampaikan materi tentang Hilirisasi Hasil Komersialisasi Hasil Riset. Ditegaskan bahwa hilirisasi hasil riset muaranya kearah pengabdian masyarakat yang dapat meningkatkan kesejahteraannya. Oleh karena itu perlu menggunakan pendekatan strategi era sekarang, yaitu terbentuknya kolaborasi menuju model ABG, peningkatan produktivitas dan pemberian insentif dan regulasinya yang didukung pemerintah. Strategi yang pas adalah membangun konsorsium.







