KKN ISTIMEWA DI MASA PANDEMI

Universitas Muhammadiyah Purwokerto hari Rabu 1 Juli 2020 pukul 13.00 wib melepas mahasiswa yang akan melaksanakan KKN dengan sistem blended ceremony, pelepasan dilaksanakan secara daring (on line) sekaligus luring (off line). Pelaksanaan pelepasan seperti ini mengingat kondisi saat ini yang masih harus menggunakan protokol kesehatan. Peserta acara pelepasan secara luring dihadiri oleh pejabat Universitas, LPPM, Para Dekan, DPL dan perwakilan mahasiswa, sedang peserta daring diikuti oleh semua mahasiswa peserta KKN yang berasal dari FEB, FKIP, FT, FAI, F.Farmasi,F.Kedokteran, F. Psikologi dan F. Sastra. Jumlah Peserta pelepasan secara luring kurang lebih 40 orang sedang peserta daring 394 mahasiswa.

Dr.Ugung DA selaku Ketua Panitia KKN dalam laporannya menyampaikan bahwa KKN alternatif dilaksanakan karena tidak bisa melaksanakan dengan cara biasa, dan ini sebagai upaya memberikan kesempatan dan hak mahasiswa untuk melaksanakan KKN sebagai mata kuliah wajib semester Gasal. Meskipun dilaksanakan secara alternatif,tetapi tuntutan pelaksanaan KKN tetap sama sebagai ciri pengabdian masyarakat yaitu adanya mitra. Jumlah mahasiswa KKN alternatif dampak Covid19 secara keseluruhan berjumlah 681 yang terdiri dari F.Keguruan 140, F.Kedokteran 47, F Ekonomi dan Bisnis 264, F.Teknik 15,  F. Farmasi 103, F. Psikologi 12, F.Sastra 3, dan F.Agama Islam 4 .Lebih lanjut dilaporkan bahwa Fakultas Keguruan sudah melaksanakan lebih dahulu sebelum pelepasan karena terkait dengan jadwal persekolahan, dan juga beberapa mahasiswa dari F.Psikologi,FIKES dan F.Kedokteran karena relawan Covid19 di awal pandemi.

Sambutan Ketua LPPM UMP, Dr. Suwarno,M.Si menyampaikan ini pertama kalinya LPPM UMP melaksanakan KKN cara daring karena adanya dampak Covid19. Suwarno juga menyamapaikan bahwa peran DPL dalam pelaksanakan KKN daring ini sangat vital, karena bimbingan model daring tentu saja berbeda dengan kkn konvensional. DPL juga dimintai mencermati program mahasiswa KKN yang riil atau faktual dan masuk akal, karena banyak hal bisa dilakukan dalam kondisi tanpa monitong lapangan, dan semua kegiatan harus terdokumentasi di logbook.

Rektor UMP, Dr.Anjar Nugroho,M.Si,MHI menyampaikan bahwa KKN kali ini adalah KKN yang paling istimewa, karena mahasiswa KKN akan dilepas tetapi mereka KKN di daerah masing-masing, sehingga lebih tepat tidak tepat sebenarnya dilepas, tetapi peresmian pelaksanaan KKN Alternatif. Rektor mengharapkan KKN di masa Covid19 bisa membuat produk yang akan membantu masyarakat dalam menghadapi dampak pandemi,misalnya membuat aplikasi yang membantu para penjual pasar agar bisa memasarkan secara daring. Setiap fakultas tentu mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Mudah-mudahan dengan kondisi KKN yang berbeda justru mampu meningkatkan kreativitas dan kemampuan dalam melaksanakan pengabdian pda masyarakat. 

RAPAT BER-FACE SHIELD PERTAMA DI UMP

LPPM UMP hari ini Rabu 17 Juni 2020 mengadakan rapat rutin. Rapat rutin kali ini cukup isimewa karena semua peserta rapat yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, masing-masing bidang dan tata usaha selain menggunakan masker juga menggunakan face shield. Rapat yang dipimpin oleh Ketua LPPM Dr.Suwarno ini menjadi kegitan rapat yang pertama di UMP yang menggunakan face shield.

Ketua LPPM menyatakan bahwa rapat dengan menggunakan masker dan face shield ini sebagai contoh bahwa di masa pandemi ini,keamanan peserta rapat menjadi prioritas utama,karena semua tidak tahu siapa yang pernah kontak dengan siapa, dan apakah yang pernah kontak termasuk OTG atau bukan. Meskipun penggunaan masker menjadi agenda wajib di lingkungan UMP dalam kegiatan apapaun, tetapi penggunaan face shielld mungkin belum dipakai, sehingga rapat LPPM menjadi bagian sosialisasi penggunaan APD yang lebih lengkap untuk melindungi dari droplet saat rapat, karena bagaimanapun juga dalam rapat semuanya bisa berbicara, meskipun sudah mengikuti protokol kesehatan covid terkait socail distancing dan menggunakan masker. (Eka.PGSD UMP)

KKN ALTERNATIF DIMASA PANDEMI

LPPM hari ini Sabtu 9 Mei 2020 mengadakan pembekalan khusus bagi DPL KKN dalam masa pandemi Covid19 yang disebut dengan KKN Alternatif. KKN alternatif pada prinsipnya sama dengan KKN reguler yaitu wajib memenuhi 3 sks atau setara 256 jam kegiatan dan melibatkan mitra, hanya saja ada kemudahan dalam pelaksanaannya karena dampak Covid19.

Dr.Suwarno,M.Si sebagai Ketua LPPM sekaligus Penanggung Jawab KKN dalam pembukaan resmi menyampaikan bahwa prinsip utama KKN alternatif harus memperhatikan faktor keselamatan dan kesehatan pelaksana KKN, dalam hal ini mahasiswa. Di samping itu syarat yang harus dipenuhi adalah kegiatan KKN yang dilaksanakan minimal berjalan selama 1 bulan. Bentuk-bentuk KKN yang akan diakui oleh LPPM antara lain dalam bentuk relawan covid yang harus ada penangungjawabnya misalnya Satgas Covid atau PNPB, pendampingan ukm terdampak covid, layanan promotif,pendampingan masyarakat terdampak,pendampingan masyarakat terdampak terkait upaya rehabilitasi. Adapun kelompok sasaran KKN alternatif antara lain pemerintahan desa, puskesma desa, UMKM terdampak Covid19, komunitas berpenghasilan harian, kelembagaan masyarakat desa terdampak Covid19,sekolah atau madrasah yang membutuhkan inovasi dan solusi proses pembelajaran jarak jauh, organisasi induk gugus tugas Covid19, lembaga atau komunitas lainnya yang resmi. Kegiatan pembekalan DPL KKN diikuti oleh 14 peserta yang merupakan dosen dari beberapa fakultas yaitu FKIP, FEB, FS, FAI, FARMASI dan FIKES, sementara fakultas yang lain tidak melaksanakan KKN alternatif. (Eka.PGSD UMP)

 

LPPM UMP PEDULI

Hari ini Sabtu 11 April 2020 sesuai yang direncanakan, LPPM Peduli membagikan masker secara gratis di perempatan Jl.KHA Dahlan. Dalam kegiatan ini telah dibagikan sebnayak 500 masker kepada semua pengguna jalan yang tidak memakai masker khususnya dan pengendara yang meminta masker. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua LPPM Dr.Suwarno,M.Si.

 

LPPM Peduli melibatkan personil LPPM yaitu Sekretaris LPPM Agus Mulyadi,SP,MP, Korbid Pengabdian Agubg Miftahuddin,SE,M.Si, anggota bidang Pengabdian Drs.Karma Iswasta Eka,M.Si dan staff akademik LPPM. Pmbagian masker ini dimulai pukul 09.00 dan berakhir pukul 10.30. Agung menambahkan bahwa pembagian masker ini sebagai bentuk kepedulian LPPM UMP dalam masa tanggap wabah corona,khususnya di wilayah Banyumas. Dengan pembagian masker ini diharapkan kepedulian warga  terhadap kesehatan diri, khususnya salam menggunakan masker akan lebih baik lagi.

(eka.pgsd ump)

 

 

 

 

 

LPPM UMP PEDULI COVID19

Sebagai bentuk kepedulian LPPM UMP dimasa tanggap corona ini akan mengadakan kegiatan membagi 500 buah masker untuk warga yang membutuhkan. Kepedulian LPPM UMP dalam mencegah penyebaran corona akan dilaksanakan besok Sabtu tanggal 11 April bertempat di sekitar wilayah kampus. Kegiatan ini akan melibatkan semua crew LPPM dimulai pukul 08.00.

Dr.Suwarno,M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini sekaligus sebagai himbauan kepada warga masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan dalam masa pandemi corona ini dengan tetap menggunakan masker jika berada di luar rumah. Selain penggunaan masker yang sudah diwajibkan oleh Pemkab Banyumas, himbauan juga ditujukan pada masyarakat untuk membiasakan hidup sehat, membiasakan sering mencuci tangan, terutama jika akan masuk ke dalam rumah, baik menggunakan hand sanitizer maupun sabun dan air mengalir. Dua agenda kegiatan tersebut merupakan program pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan LPPM UMP di masa bencana wabah corona. (Eka.PGSD UMP)

Tautan

                                                                                 

Hubungi Kami

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT
Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Jl. K.H Ahmad Dahlan PO BOX 202 Purwokerto 53182
Telp : (0281) 636751, 630463, 63424 ext. 232
Fax  : (0281) 637239
Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.