KKN ALTERNATIF DIMASA PANDEMI

LPPM hari ini Sabtu 9 Mei 2020 mengadakan pembekalan khusus bagi DPL KKN dalam masa pandemi Covid19 yang disebut dengan KKN Alternatif. KKN alternatif pada prinsipnya sama dengan KKN reguler yaitu wajib memenuhi 3 sks atau setara 256 jam kegiatan dan melibatkan mitra, hanya saja ada kemudahan dalam pelaksanaannya karena dampak Covid19.

Dr.Suwarno,M.Si sebagai Ketua LPPM sekaligus Penanggung Jawab KKN dalam pembukaan resmi menyampaikan bahwa prinsip utama KKN alternatif harus memperhatikan faktor keselamatan dan kesehatan pelaksana KKN, dalam hal ini mahasiswa. Di samping itu syarat yang harus dipenuhi adalah kegiatan KKN yang dilaksanakan minimal berjalan selama 1 bulan. Bentuk-bentuk KKN yang akan diakui oleh LPPM antara lain dalam bentuk relawan covid yang harus ada penangungjawabnya misalnya Satgas Covid atau PNPB, pendampingan ukm terdampak covid, layanan promotif,pendampingan masyarakat terdampak,pendampingan masyarakat terdampak terkait upaya rehabilitasi. Adapun kelompok sasaran KKN alternatif antara lain pemerintahan desa, puskesma desa, UMKM terdampak Covid19, komunitas berpenghasilan harian, kelembagaan masyarakat desa terdampak Covid19,sekolah atau madrasah yang membutuhkan inovasi dan solusi proses pembelajaran jarak jauh, organisasi induk gugus tugas Covid19, lembaga atau komunitas lainnya yang resmi. Kegiatan pembekalan DPL KKN diikuti oleh 14 peserta yang merupakan dosen dari beberapa fakultas yaitu FKIP, FEB, FS, FAI, FARMASI dan FIKES, sementara fakultas yang lain tidak melaksanakan KKN alternatif. (Eka.PGSD UMP)