Mahasiswa peserta KKN yang ditempatkan di Kabupaten Kebumen, Banjarnegara, Brebes hari ini Kamis 8 Agustus mengadakan expo hasil KKN sekaligus penarikan secara resmi peserta KKN, sedang Wonosobo dan Cilacap sudah dilaksanakan hari Rabu tanggal 7 Agustus. Laporan Kordinator Kabupaten Brebes Farhan, mahasiswa dari Prodi sejarah bahwa kegiatan KKN yang dilaksanakan di 4 kecamatan di Kabupaten Brebes telah melaksanakan kegiatan dengan melibatkan anggaran sebesar Rp 648 juta, yang berasal dari partisipasi mahasiswa,pemberdayaan masyarakat dan Pemda Brebes 32 hari. Sebagian kegiatan yang dilaksanakan di wilayah Brebes meneruskan program KKN pada tahun sebelumnya,selain program baru yang dilaksanakan mahasiswa.
Sambutan dari Pemda Brebes yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati bidang SDM, Masfuri menyampaikan bahwa mahasiswa dari UMP sudah banyak melakukan kegiatan yang mendukung pemberdayaan masyarakat, dan kegiatan tersebut sudah bersinergi dengan program utama Pemda Brebes,khususnya dalam meningkatkan IPM (Indeks Partisipasi Masyarakat). Selain hal tersebut,kedatangan mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan pendidikan warga Brebes, karena sampai saat ini program Pemda untuk wajib belajar 12 tahun belum sepenuhnya tercapai.
Ketua LPPM UMP Dr.Suwarno,M.Si menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang sudah dapat menggerakkan dana masyarakat yang mencapai 648 juta rupiah. Dalam kesempatan tersebut Suwarno mengharapkan agar bisa mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan KKN di pantura sehingga dapat mengembangkan potensi desa wilayah lain di Brebes. Dari sejumlah 299 orang yang melakukan KKN yang ditarik dari lokasi pada tanggal 10 Agustus akan ada beberapa mahasiswa yang ditarik tanggal 17 sebagai pengganti hari yang pernah ditinggalkan mahasiswa dengan tidak berada di lokasi. Ketua LPPM menyampaikan pula bahwa kegiatan expo yang ditempatkan di SMA Muhammadiyah Bumiayu merupakan arena untuk menunjukkan hasil program mahasiswa KKN selama 32 hari yang nampak banyak inovasi produk yang dipamerkan. Hal ini menunjukan bahwa KKN UMP di Brebes dianggap cukup berhasil. Salah satu inovasi produk yang dikembangkan di masyarakat daalam bentuk penerapan teknologi tepat guna yaitu pembuatan sirup dami nangka, sirup kulit pisang,sirup kulit buah naga, pembuatan keripik bonggol pisang dan pelatihan hydroponi. Penerapan TTG ini tidak lepas dari program pembekalan TTG kepada peserta KKN sebelum berangkat ke lokasi yang diberikan oleh dosen TTG Drs.Karma Iswasta Eka,M.Si, bahkan untuk mahasiswa PGSD sudah diberikan saat mengambil mata kuliah pilihan. Penerapan TTG mendapat antusias dari masyarakat tidak sebatas di kabupaten Brebes saja, bahkan di semua kabupaten lokasi KKN dijumpai produk TTG yang diapresiasi oleh pejabat Pemda. (Eka.PGSD UMP)





