Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menyelenggarakan Pembekalan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026 sebagai langkah strategis dalam menyiapkan mahasiswa agar siap mengabdi dan berkontribusi nyata di tengah masyarakat.
Kegiatan pembekalan dilaksanakan secara bertahap. Pembekalan umum diikuti oleh seluruh peserta KKN pada 13 Desember 2025, kemudian dilanjutkan dengan pembekalan khusus wilayah pada 14 Desember 2025 untuk mahasiswa KKN Kabupaten Brebes dan 21 Desember 2025 untuk mahasiswa KKN Kabupaten Banyumas. Pada semester ini, sebanyak 1.008 mahasiswa akan diterjunkan untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di dua kabupaten, yaitu Banyumas dan Brebes.
Pembekalan KKN secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor IV UMP, Assoc. Prof. Akhmad Darmawan, S.E., M.Si., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa KKN merupakan ruang pembelajaran sosial yang sangat penting bagi mahasiswa untuk mengasah kepekaan, kepemimpinan, serta tanggung jawab moral sebagai insan akademik Muhammadiyah.
“Kuliah Kerja Nyata adalah sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sekaligus menjawab persoalan nyata di masyarakat. Mahasiswa diharapkan hadir sebagai solusi, mampu beradaptasi, serta membawa semangat pencerahan di lokasi KKN,” ungkapnya.

Ketua LPPM UMP, Prof. Dr. Sri Wahyuni, S.E., M.Si., QIA, menyampaikan bahwa pembekalan dirancang secara komprehensif untuk memastikan mahasiswa memiliki kesiapan utuh, baik secara spiritual, akademik, sosial, maupun kebencanaan.
“Pembekalan ini tidak hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan teknis, tetapi juga menanamkan nilai adab bermasyarakat, kepedulian sosial, serta kemampuan mengelola program yang berdampak. Harapannya, KKN UMP mampu memberi manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” jelasnya.
Dalam pembekalan tersebut, mahasiswa mendapatkan berbagai materi strategis, antara lain Adab Bermasyarakat dan Ibadah Harian, Pengelolaan Gerakan Sholat Subuh Berjamaah dan Manajemen Kultum, serta Penulisan Artikel Ilmiah dan Pengembangan Prototipe Program KKN sebagai penguatan budaya akademik dan riset berbasis pengabdian.
Mahasiswa juga dibekali Gambaran Umum Permasalahan Masyarakat dan Potensi Kecamatan Lokasi KKN yang disampaikan langsung oleh Kepala BAPPERIDA Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Brebes, serta materi Gambaran Umum Cabang dan Ranting Muhammadiyah di masing-masing wilayah seb

agai penguatan sinergi persyarikatan. Selain itu, aspek Mitigasi Bencana turut menjadi perhatian utama melalui pemaparan dari Ketua BPBD Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Brebes, mengingat karakteristik wilayah yang memiliki potensi risiko kebencanaan.
Melalui pembekalan ini, LPPM UMP menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program KKN yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu mendorong pengabdian berbasis riset, kolaborasi lintas sektor, dan dampak berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan UMP dalam memperkuat klaster mandiri pengabdian kepada masyarakat serta memantapkan langkah menuju Research University yang unggul, berdaya saing, dan berlandaskan nilai-nilai Muhammadiyah.






