Mahasiswa KKN Internasional dan KKN kebencanaan secara resmi telah diserah kepada Koordinator posko di masing-masing lokasi KKN pada tanggal 12 Januari 2019. KKN Internasional diserahkan secara resmi oleh Drs.Karma Iswasta Eka,M.Si mewakili LPPM dan Drs.Sri Harmianto,M.Pd mewakili panitia KKN kepada Dr. Sonny Zulhuda selaku Ketua PCIM Malaysia bertempat di Kantor Kampung Bahru Kualalummpur, sedangkan KKN Kebencanaan diserahkan oleh Dr.Anjar Nugroho,Wakil Rektor 1 mewakili UMP dan Dr.Suwarno yang menjabat Ketua LPPM UMP bertempat di Palu. Mahasiswa KKN Internasional berjumlah 16 mahasiswa dan KKN Kebencanaan berjumlah 17 orang.
Dalam sambutannya Sonny menyampaikan bahwa PCIM Kualalumpour memiliki 7 ranting Muhammadiyah dan 7 ranting Aisyiyah. Singkatan yang unik adalah adanya PRIA yang anggotanya perempuan semua, karena PRIA singkatan dari Pimpinan Ranting Istimewa Aisyiyah, dan secara kebetulan Pimpinan PCIM dijabat oleh Sonny dan PRIA dijabat oleh istrinya sendiri,seperti pimpinan pusatnya.
Ada beberapa kegiatan yang nantinya bisa dikembangkan dan dikerjakan oleh mahasiswa selama KKN di PCIM Kualalumpur, yaitu membantu menertibkan perpusatkaan yag dimmiliki oleh PCIM dengan kodifikaasi,penyusunan data base warga Muhammadiyah di Kualalumpur,membantu pengembangan dakwah, berkunjung ke Kedutaan Besar Indonesia, membantu pembelajaran TPA yang saat ini mempunyai 70 murid baik warga pendatang maupun warga tempatan. Selain kegiatan yang dilakukan mahasiswa dalam membantu pengemmbangan PCIM,pimpinan PCIM Kualalumpur juga mengharapkan ada ilmu yang bisa dibawa pulang oleh mahasiswa Indonesia,misalnya ilmu Bekam,akupunctur,kewirausahaan dan lainnyya,dan semua itu akan difasilitasi,karena yangf akan mengajarkan juga warga Muhammadiyah sendiri yang berada di Kualalumpur dan sekitarnya. Dengan program seperti ini diharapkan ada keuntungan timbal balik antara mahasiswa dan waarga Muhammadiyah yang berada di Kualalumpur (eka.pgsd ump)
Suasana saat penyerahan di kantor PCIM
Area Kampung Bahru dengan latar belakang gedung pencakar langit jauh di belakang
Mahasiswa peserta KKN Internasional di kantor yang dijadikan posko sebelum ditinggalkan pengantar





