LPPM UMP hari iini Senin tanggal 29 April 2019 mengadakan workshop mengenai pengabdian masyarakat dengan mengundang nara sumber Prof.Dr.Okid Parama Astirin dari UNS. Workshop yang akan dilanjutkan dengan klinik proposal ini menurut Dr.Suwarno,ketua LPPM, menyampaikan bahwa pelaksanaan workshop ini ditempuh karena proposal PPM yang didanai oleh DIKTI tergolong masih rendah, oleh karena itu perlu ditempuh laangkah-langkah untuk meningkatkan kualitas proposal yang dibuat oleh dosen UMP agar bisa menembus persaingan di Dikti. Suwarno mengharapkan agar apa yang disampaikan oleh narasumber akan memacu semangat dosen untuk bisa meningkatkan kemampuanya sekaligus memperbaiki tingkat publikasinya. Menurut ketu LPPM ini salah satu kelemahaan dosen UMP bukan pada kualitas proposalnya, tetapi pada track record, khususnya dalam hal publikasi yang tercatat diu Sinta.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pelaksanaan workshop kali ini diikuti oleh 30-an dosen dengan antusias. Peserta yang mengikuti workshop kali ini berasal dari hampir semua prodi yang ada di UMP. Workshop proposal pengabdian yang dilaksanakan ini akan diteruskan dengan klinik proposal untuk memperbaiki proposal yang sudah dibuat.
Dalam paparannya Prof.Okid menyampaaikan bahwa tugas dosen harus merata pada Tri Dharmanya, oleh karena itu dosen sebaiknya tidak hanya fokus pada pengajaran,tetapi juga pada penelitian dan pengabdian. Guna meningkatkan kemampuaan membuat proposal inilah dossen harus bisa merubah diri dalam hal pola pikir dan menuliskan pemikiran. Peningkatan keberhasilan lolos pendanaan dari DIKTI harus dimulai dengan memperbaiki diri dalam menyusun proposal. Oleh karena itu agar mempunyai tingkat keberhasilaan yang tinggi maka daalam mengirimkan proposal pengabdian jangan sampai salah memilih jenis yang akan diikuti.





