Konferensi internasional pertama bertema “Local Wisdom and Community Engagement” menjadi langkah awal UMP memperkuat riset dan pengabdian masyarakat di tingkat global.

Purwokerto — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sukses menyelenggarakan The 1st International Conference on Local Wisdom and Community Engagement (ICONWICE) 2025, yang berlangsung di Auditorium Ukhuwah Islamiyah UMP, Selasa (14/10/2025).
Konferensi internasional ini menghadirkan narasumber dari empat negara, yaitu Thailand, Malaysia, Jepang, dan Indonesia, serta diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari dosen, peneliti, mahasiswa, dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri.
Dengan mengusung tema “Local Wisdom and Community Engagement Toward Global Sustainability”, kegiatan ini menjadi wadah akademik untuk bertukar gagasan, hasil penelitian, dan praktik terbaik dalam bidang pengabdian masyarakat serta pelestarian kearifan lokal di era modern.
Pada sesi utama, hadir empat pembicara yang memaparkan gagasan terkait inovasi berbasis komunitas dan kearifan lokal:
-
-
Dr. Arief Budiman – Vice Chair of Cooperation Small and Medium Enterprise Indonesia Employer Association, memaparkan materi bertajuk “From Local Wisdom to Global Market: Sustainable SMEs in Indonesia”. Ia menekankan pentingnya mengangkat nilai-nilai kearifan lokal sebagai kekuatan ekonomi kreatif yang mampu bersaing di pasar global.
-
Assoc. Prof. Dr. Shahrin bin Hashim, BBA Hons., M.Ed. – dari Universiti Teknologi Malaysia, menyampaikan presentasi berjudul “The Potentials of Community-Based Learning: Future Ready University Student”. Ia menyoroti pentingnya model pembelajaran berbasis masyarakat untuk menciptakan mahasiswa yang siap menghadapi tantangan global.
-
Pembicara dari Thailand mengangkat topik “Revitalizing Malay-Patani Language and Traditions: Community-Based Strategy for Preserving Cultural Heritage in Modern Era”, yang menyoroti upaya pelestarian bahasa dan tradisi Patani melalui strategi berbasis komunitas di tengah arus modernisasi.
-
Pembicara dari Jepang membagikan praktik terbaik dalam pengembangan inovasi sosial berbasis komunitas, dengan fokus pada kolaborasi lintas disiplin antara universitas dan masyarakat lokal.
-

Ketua LPPM UMP dalam sambutannya menyampaikan bahwa ICONWICE menjadi langkah awal bagi UMP untuk memperluas kolaborasi internasional dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat.
“Melalui ICONWICE, kami berupaya menjembatani kerja sama antara akademisi dan komunitas global untuk membangun inovasi berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UMP menegaskan bahwa penyelenggaraan konferensi ini merupakan bagian dari komitmen UMP untuk menjadi universitas berdaya saing global.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa UMP mampu menjadi tuan rumah forum akademik internasional yang memperkuat riset dan pengabdian berbasis nilai kemanusiaan dan keislaman,” tuturnya.
Selain sesi utama, ICONWICE 2025 juga diisi dengan parallel sessions yang menampilkan presentasi hasil penelitian dosen dan mahasiswa UMP dari berbagai bidang seperti pendidikan, teknologi, sosial, dan ekonomi.
Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada presenter terbaik dan paper unggulan yang akan direkomendasikan untuk publikasi di jurnal internasional terindeks.
Melalui penyelenggaraan The 1st ICONWICE 2025, LPPM UMP menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat yang berpijak pada kearifan lokal namun berorientasi global.






