• Beranda
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Visi Misi dan Tujuan
    • Struktur Organisasi
    • Rencana Strategis
    • Peta Lokasi
  • Pusat Dokumen
    • Renstra LPPM
    • Reviewer Internal UMP
    • Roadmap Penelitian
    • Standar Operasional Prosedur (SOP) Penelitian
    • Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengabdian
  • Penelitian
    • Penelitian Eksternal
    • Penelitian Internal
    • Penelitian Mandiri
    • Data Penelitian
  • Pengabdian Masyarakat
    • Pengabdian Eksternal
    • Pengabdian Internal
    • Pengabdian Mandiri
  • Inkubasi & Hilirisasi
  • Publikasi Ilmiah
    • Jurnal SIANTEK
    • Jurnal Seminar
  • Penerbitan
  • KKN
    • Registrasi KKN
    • Website KKN
  • Informasi
    • Berita
    • Pengumuman

Perkuat Kesiapan Dosen Hadapi Hibah 2026, LPPM UMP Gelar Workshop Penelitian dan Pengabdian Masyarakat DPPM Kemdiktisaintek

Posted on 20 Desember 2025

Purwokerto – LPPM UMP Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kesiapan dosen dalam menyusun proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas dan kompetitif, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menyelenggarakan Workshop Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Hibah DPPM Kemdiktisaintek Pendanaan Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu, 20 Desember 2025, mulai pukul 08.00 WIB, dan diikuti oleh dosen dari berbagai fakultas di lingkungan UMP.

Workshop ini menjadi bagian dari strategi LPPM UMP dalam mendorong peningkatan mutu riset dan pengabdian masyarakat, sekaligus sebagai langkah persiapan menghadapi dinamika kebijakan serta skema pendanaan penelitian dan pengabdian masyarakat dari DPPM Kemdiktisaintek Tahun 2026, sejalan dengan target institusi untuk menuju klaster mandiri dan memantapkan posisi UMP sebagai Research University.

Kegiatan workshop diawali dengan sambutan Ketua LPPM UMP, Prof. Sri Wahyuni, yang menekankan pentingnya kesiapan dosen dalam menghadapi kompetisi hibah yang semakin ketat dan berbasis kualitas. Ia menegaskan bahwa penguatan kapasitas dosen dalam menyusun proposal tidak dapat ditunda dan harus menjadi agenda strategis perguruan tinggi.

“Workshop ini kami rancang sebagai ruang penguatan kapasitas dosen agar mampu menyusun proposal penelitian dan pengabdian masyarakat yang tidak hanya memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga kuat secara substansi, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta selaras dengan arah kebijakan nasional,” tegasnya.

Hadir sebagai narasumber dalam workshop ini tiga akademisi dan praktisi yang berpengalaman di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, yaitu Dr. Dra. Suparni Setyowati Rahayu, M.Si. dari Universitas AKPRIND, Erlin Puspaputri, S.Si., M.Sc. selaku perwakilan dari DPPM Kemdiktisaintek, serta Prof. Dr. Ir. Diah Permata Wijayanti, M.Sc. dari Universitas Diponegoro.

Dalam sesi awal, Erlin Puspaputri, S.Si., M.Sc. memaparkan arah kebijakan hibah penelitian dan pengabdian masyarakat DPPM Kemdiktisaintek Pendanaan Tahun 2026. Ia menjelaskan berbagai skema hibah yang dapat diakses oleh dosen, mekanisme seleksi proposal, serta kriteria penilaian yang menjadi fokus utama dalam proses pendanaan.

“Proposal yang diajukan harus selaras dengan kebijakan nasional, memiliki kejelasan luaran, serta mampu menunjukkan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Z2 300x169

Selanjutnya, Dr. Dra. Suparni Setyowati Rahayu, M.Si. menyampaikan materi terkait pentingnya kesiapan administratif dan integrasi data pendukung penelitian. Ia menekankan bahwa kesesuaian data dosen pada sistem SINTA dan BIMA, termasuk penulisan nama, NIDN, serta kelengkapan profil, menjadi aspek krusial dalam proses verifikasi proposal hibah.

“Sinkronisasi data peneliti pada SINTA dan BIMA bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan bagian dari penilaian awal yang sangat menentukan kelolosan proposal,” jelasnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Diah Permata Wijayanti, M.Sc. memfokuskan pemaparannya pada strategi penyusunan proposal yang unggul dan berkelanjutan. Ia membagikan pengalaman serta praktik baik dalam merancang proposal penelitian dan pengabdian masyarakat yang tidak hanya kuat secara metodologis, tetapi juga memiliki nilai keberlanjutan dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

“Proposal yang baik harus mampu menjawab permasalahan nyata, memiliki luaran yang terukur, serta memberikan kontribusi jangka panjang,” tuturnya.

Workshop ini juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Para peserta memanfaatkan sesi ini untuk berkonsultasi langsung dengan narasumber mengenai berbagai kendala yang sering dihadapi, mulai dari teknis pengusulan hibah, pengelolaan akun SINTA dan BIMA, hingga strategi meningkatkan peluang lolos pendanaan.

Melalui penyelenggaraan workshop ini, LPPM UMP berharap para dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto dapat lebih siap dan percaya diri dalam mengajukan proposal hibah penelitian dan pengabdian masyarakat pada pendanaan DPPM Kemdiktisaintek Tahun 2026. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen LPPM UMP dalam mendorong peningkatan kualitas, relevansi, dan dampak riset serta pengabdian kepada masyarakat di lingkungan universitas.

Post Views: 235
Pos Sebelumnya
TIM ANESTESI UMP DUKUNG PENINGKATAN KESEHATAN MELALUI PROGRAM PEMBERDAYAAN KEMITRAAN MASYARAKAT (PKM) PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT KOMPETITIF NASIONAL BATCH III TAHUN 2025
Pos Berikutnya
Penguatan Peran Mahasiswa di Masyarakat, LPPM UMP Gelar Pembekalan KKN Semester Gasal 2025/2026
[email protected]
Telp : (0281) 636751 Ext. 573 / 232
Fax : (0281) 637239
WhatsApp: Soon
Jl. KH. Ahmad Dahlan Gedung J UMP , Dusun III, Dukuhwaluh, Kec. Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53182

Quick Link

Portal UMP Penerimaan Mahasiswa Baru Sistem Informasi Akademik SIM KKN SMARTPRINTS BIMA Kemdikbud SINTA Kemdikbud

Media Sosial

Instagram
TikTok
YouTube
© 2025 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat – Universitas Muhammadiyah Purwokerto